Pada dasarnya ada 2 hal yang menjadi sumber inspirasi kami... Yakni budaya jalanan dan budaya sepakbola itu sendiri...

Karena bagi kami budaya jalanan dan budaya sepakbola merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain... Dari dua budaya itu tumbuh scene-scene yang bila ditelusuri ternyata saling berkaitan satu dengan lainnya...
 
 
ORANGE STREET mungkin nama yang mewakili budaya jalanan...

Ada beberapa dari kami yang terpengaruh oleh semangat dan gaya hidup para Rude Boys/Rudies. Yakni penikmat genre musik SKA yang tumbuh dan berkembang di Jamaika... Dan membawa pengaruhnya ke dalam komunitas kami...

Rude Boy menurut terjemahan bebas memiliki arti "Preman Jalanan", yang karena diakibatkan oleh kerasnya kehidupan, telah ditempa menjadi orang-orang yang kasar dan tangguh.

"Rudy tidak takut apapun, kami lebih kuat dari yang terkuat, lebih tangguh dari yang tangguh. Kami kuat seperti singa (Tapi kalo kami pengennya jadi MACAN).... Keras seperti baja" begitu gambaran Derrick Morgan tentang Rude Boys dalam lagunya Tougher Than Tough.

Semangat itulah yang ingin kami bawa dalam komunitas kami. Kami ingin menjadi orang-orang yang tangguh dan keras keyakinannya dalam mendukung Persija Jakarta, klub sepakbola  dari Ibukota, yang merupakan klub sepak bola kebanggaan kami.
 
Kami juga ingin menjadi orang-orang yang tidak takut terhadap intimidasi dari siapapun, orang-orang yang tidak suka kekerasan (namun bukan anti terhadap kekerasan). Karena kami akan melakukan apapun untuk membela dan menegakkan panji-panji PERSIJA JAKARTA, dan melawan siapapun yang berani menghina PERSIJA JAKARTA, karena PERSIJA JAKARTA merupakan harga diri dan kebanggaan kami.

Adapun banyak dari para rudies itu (terutama di Kingston, ibukota Jamaika), tinggal di suatu wilayah yang bernama ORANGE STREET, dimana transaksi narkoba (ganja) dan perkelahian antar gank menjadi makanan sehari-hari di wilayah itu.

Sehingga orang-orang yang mendengar nama ORANGE STREET langsung gentar lah hatinya dan ciut nyalinya.

Dan kami ingin semangat kami seperti semangat para rudies di ORANGE STREET.

Dan kami ingin nama Orange Street Boys membuat gentar orang banyak, seperti saat warga Kingston mendengar kata ORANGE STREET.


BOYS mungkin nama yang mewakili budaya sepakbola...

Istilah Boys/Ragazzi (anak laki-laki), lazim digunakan oleh scene-scene kelompok suporter fanatik sepakbola di Eropa dan amerika Latin... Entah itu Ultras, Firm, Torcida, Barra Bravas, atau apapun istilahnya...

Kata BOYS digunakan oleh para pendukung fanatik untuk menunjukkan eksistensi kaum Adam terhadap olahraga sepak bola itu sendiri...

Kata-kata "FORZA RAGAZZI", selalu berkumandang di kurva-kurva yang ditempati  kelompok-kelompok Ultras di Italia untuk menunjukkan jati diri. Dan untuk menunjukkan bahwa inilah olahraga kaum pria.

Untuk itulah kata BOYS kami gunakan. Untuk menunjukkan bahwa komunitas kami berisi para lelaki tulen pecinta sepakbola. Yang terdiri dari lelaki-lelaki pemberani yang siap membela panji-panji Persija Jakarta dimanapun dan kapanpun.
 
Adapun inti dari nama kami ialah kami ingin menjadi sekumpulan anak laki-laki yang ingin disegani, karena keteguhan dan keyakinan kami terhadap apa yang kami yakini dan kami cintai... yakni kesebelasan PERSIJA JAKARTA.